Birulangitid-Universitas Riau kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui keberhasilan sejumlah tim mahasiswa dalam memperoleh pendanaan Program Kompetisi Mahasiswa Pengusaha (KMP) Tahun 2026. Program yang didanai oleh Universitas Riau ini menjadi salah satu wadah strategis untuk mendorong lahirnya wirausahawan muda yang inovatif, kreatif, dan mampu menciptakan solusi berbasis potensi lokal.
Sebanyak 17 proposal usaha dari berbagai kategori berhasil lolos seleksi dan mendapatkan pendanaan dengan total nilai mencapai lebih dari Rp143 juta. Beragam inovasi yang diusung para mahasiswa mencerminkan semangat kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memiliki dampak sosial, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Pada kategori KMP-AJK, tim mahasiswa berhasil mengembangkan CERMATIFY, sebuah aplikasi digital berbasis kebutuhan mahasiswa dan layanan pendidikan tinggi di Indonesia yang memperoleh pendanaan sebesar Rp9.000.000. Selain itu, terdapat inovasi BOTANI CARE, produk lip balm yang memanfaatkan ekstrak buah merah Papua (Pandanus conoideus) yang kaya akan tokoferol dan betakaroten untuk melindungi kesehatan bibir, dengan pendanaan sebesar Rp9.000.000.
Di kategori KMP-BHT, proposal AHK Pakister memperoleh dana sebesar Rp8.500.000. Inovasi ini menghadirkan metode budidaya pakis sayur menggunakan media tanam berbahan dasar limbah baglog jamur sehingga mampu mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Sementara itu, pada kategori KMP-FB, berbagai produk pangan inovatif berhasil menarik perhatian tim penilai. Colomie dan SagoFit Bar masing-masing memperoleh pendanaan sebesar Rp9.000.000. SagoFit Bar hadir sebagai camilan sehat berbasis sagu dari Kepulauan Meranti yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus mendukung gaya hidup sehat.
Inovasi lainnya, yaitu BASKELOR, berhasil mendapatkan dana sebesar Rp8.000.000 melalui pengembangan basreng ikan dengan tambahan kremesan daun kelor sebagai camilan fungsional bernilai tinggi. Selanjutnya, NOCA, produk cokelat fungsional berbasis hilirisasi sawit dengan kandungan kolagen dan ekstrak buah, memperoleh pendanaan Rp8.500.000.
Produk pangan inovatif lainnya yang turut memperoleh pendanaan adalah NUTRIPANG, yaitu produk fermentasi berbahan dasar biji ketapang sebagai alternatif protein nabati khas Riau dengan dana sebesar Rp9.000.000. Selain itu, terdapat PATIMIE dan Naasty yang masing-masing memperoleh dukungan dana sebesar Rp8.500.000.
Pada kategori KMP-IKBES, kreativitas mahasiswa Universitas Riau ditunjukkan melalui berbagai inovasi berbasis lingkungan dan ekonomi kreatif. BioCharm, kerajinan resin yang memanfaatkan spesimen serangga dan tanaman bernilai edukasi, memperoleh dana Rp8.000.000. Kemudian, PURGO, inovasi eco-paper bag berbasis serat purun tikus sebagai solusi kemasan ramah lingkungan, mendapatkan pendanaan Rp9.000.000.
Selanjutnya, inovasi ECOPELSA, media tanam berbahan limbah pelepah sawit, memperoleh pendanaan sebesar Rp8.500.000. Tidak kalah menarik, HARUMA KOPI, produk sabun ramah lingkungan berbahan limbah ampas kopi dan minyak jelantah sebagai implementasi ekonomi sirkular, berhasil meraih dana sebesar Rp9.000.000.
Pada kategori KMP-KK, inovasi SABUN HERSO memperoleh pendanaan sebesar Rp9.000.000. Sementara itu, kategori KMP-KO menghadirkan BESIKU, sebuah produk spray antikorosi non-aerosol berbasis mineral oil dengan inhibitor tanin teh hitam yang ramah lingkungan, dengan nilai pendanaan mencapai Rp9.000.000.
Keberhasilan para mahasiswa dalam memperoleh pendanaan Program Kompetisi Mahasiswa Pengusaha Tahun 2026 menjadi bukti nyata komitmen Universitas Riau dalam mendukung pengembangan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Program ini tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis, meningkatkan keterampilan manajerial, serta membangun jejaring yang lebih luas.
Melalui program ini, Universitas Riau berharap para penerima pendanaan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Inovasi-inovasi yang lahir dari tangan mahasiswa diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi kreatif, memperkuat potensi lokal, serta menciptakan lapangan kerja baru di masa depan.
Selamat kepada seluruh tim mahasiswa penerima pendanaan Program Kompetisi Mahasiswa Pengusaha (KMP) Tahun 2026. Semoga pencapaian ini menjadi langkah awal menuju lahirnya generasi wirausahawan muda yang tangguh, inovatif, dan mampu membawa nama Universitas Riau ke tingkat nasional maupun internasional.
